Tampilkan postingan dengan label Aneh bin Ajaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aneh bin Ajaib. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juli 2011

Inilah Sikat Gigi Sejutaan

Berapa uang yang anda keluarkan untuk membeli sebuah sikat gigi? Tiga ribu? Lima ribu? Sepuluh ribu? Pernahkah terpikir untuk membeli sikat gigi seharga Rp. 1.343.916,00? (dengan asumsi dollar senilai Rp. 8400) Beneran ini…, Oral B yang punya. Hmmm, uang segitu kalau dipakai beli sikat gigi ‘standar’ bisa untuk sekampung. Mau lihat sikat gigi sejutaan? Nie…

Oral-B Professional Care SmartSeries 5000 Rechargeable Toothbrush

Kira-kira apa sih yang membuat sikat gigi ini sampai dikasih label harga setinggi itu?

  • sikatnya bisa digonta-ganti
  • punya Deep Clean mode yang bisa menghilangkan plaque di tempat-tempat yang sulit dijangkau, kalim-nya sih sampai 99.7%
  • lembut untuk gigi dan gusi
  • bisa sekalian memijat gusi, hasilnya peredaran darah di gusi lebih lancar, jadi gigi juga akan lebih sehat
  • memutihkan dan menginclongkan gigi anda dalam 3 minggu
  • dilengkapi dengan Flossaction technology, ini menjamin gigi anda benar-benar bersih

Mau beli? Kalau tertarik pingin beli atau hanya sekedar penasaran, lihat saja di sini.

Minggu, 06 Februari 2011

Ini Kuburan Bukan Tempat Sampah

Saya paham benar kalau kuburan adalah tempat meletakkan badan yang sudah tidak terpakai. Tapi ketika melihat ada tulisan “tempat sampah” yang dipasang di kuburan, mau tidak mau pikiran saya tidak terima juga. Apa layak melabeli kuburan sebagai tempat sampah?

Mungkin yang memasang tulisan ini juga tidak bermaksud demikian. Bisa saja beliaunya mau memberi tahu pengunjung makam untuk membuang sampah di tempat itu supaya secara umum kuburan ini bisa terjaga kebersihannya. Tapi karena penempatan tempat sampah – atau tulisannya ada di dekat pinta masuk, jadilah tulisan itu jadi seperti melabeli kuburan sebagai tempat sampah.

Foto ini sendiri saya ambil di pemakaman umum desa Suru, kecamatan Doko, Blitar, Desember 2010 lalu.Ini Kuburan - Bukan Tempat Sampah

Kamis, 23 Desember 2010

Namamu Indri? Jangan Pernah Mencarinya di Google Image Search!!!

Saya bukannya mau menakut-nakuti siapapun. Tapi kalau kamu punya nama Indri, saran saya cuman satu: jangan pernah memasukkan nama ‘Indri’ itu ke dalam query pencarian Google Image Search. Jangan sekalipun!!

Kalau namamu ‘Indry’ masih tidak terlalu, bolehlah. Tapi kalau namamu ‘Indri’ dan nekat kepingin tahu mengapa saya larang, maka ada syaratnya; ajaklah teman dekatmu.

Senin, 08 November 2010

Bibit Padi Ini Tetap Hijau Di Tengah Abu Letusan Merapi, Bagaimana Bisa?

Bibit Padi Tetap Hijau Di Tengah Letusan Merapi

Mungkin ini keajaiban Tuhan, atau sebenarnya sesuatu yang biasa saja. Bagi sebagian orang hijaunya benih padi ditengah warna abu-abu abu letusan Merapi yang sampai posting ini ditulis masih belum usai itu adalah pertanda bahwa Tuhan tidak meninggalkan Merapi dan orang-orang yang berada di sana.

Foto benih padi ini, pertama saya lihat di Kompas, menarik sekali buat saya, maka posting ulang di dee-nesia ini, tentu saja tanpa ijin, hehe …

Kembali ke foto hijaunya benih padi ditengah abu itu, perkiraan saya adalah mungkin benih padi itu baru tumbuh, sehingga daun yang muncul sekarang hanya sedikit terkena abu, atau tumbuh setelah abu turun. Kalau menurut mas Trimo di Kompas itu "Memang begini dari dulu, Mas. Masa kita terus yang mengambil dari alam. Nanti kalau sudah waktunya, kita juga diberi lagi. Buktinya, bibit padi hidup, artinya kan alam juga menyisakan bekal untuk kita mulai baru lagi," sambil tersenyum. Jawa sekali, bijak sekali, nerimo sekali, seperti namanya, Trimo.